UJIAN PRAKTIK BLOG-NO: 9F-33

KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA

keragaman Budaya Indonesia- merupakan Negara kesatuan yang penuh dengan keberagaman dan kekayaan. Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, ras, daerah, kepercayaan agama dan lain-lain.
Namun indonesia bisa mempersatukan berbagai keragaman tersebut sesuai dengan semboyan Negara Indonesia yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua.
keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang dimiliki bangsa Indoneisa. Di indonesia keragaman bidaya adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri lagi keberadaanya.

Definisi kebudayaan menurut para ahli:
1.  Melville J. Herkovits   Memandang bahwa kebudayaan suatu yang superorganic karena kebudayaan yang turun-temurun dari generasi ke generasi yang tetap hidup terus walaupun orang-orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan kematian dan kelahiran.
2.  Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi Merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
3.  E. B Taylor Mengidentifikasikan bahwa kebudayaan sebagai komplikasi (jalinan) dalam keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat istiadat serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat.
4.  Andes Kebudayaan merupakan keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur sosial, dan religius.
5.  Koentjaraningrat Kebudayaan merupakan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka memenuhi kehidupan manusia dengan cara belajar.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebudayaan:
1.  Lingkungan Geografis
2.  Induk Bangsa
3.  Kontak Antar Bangsa dengan Berbagai       Kebudayaan

Sifat-sifat dari kebudayaan:
1.  Adaftif Kebudayaan bersifat adaptif, artinya kebudayaan selalu mampu menyesuaikan diri, sifat  adaptif ini akan melengkapi manusia pendukungnya dengan menyesuaikan diri pada hal-hal seperti kebutuhan fisiolologis badan mereka sendiri, lingkungan fisik-geografis dan lingkungan sosial.

2.  Integratif Kebudayaan bersifat Integratif artinya kebudayaan memadukan semua unsur dan sifat-sifatnya menjadi satu, bukan sekumpulan kebiasaan yang terkumpul secara acak-acakan saja. Karena itulah kebiasaan yang dimiliki dalam suatu kebudayaan tidak dapat dengan mudah dimasukan kedalam kebudayaan lain.

3.  Dinamis Kebudayaan bersifat dinamis artinya kebudayaan itu selalu berubah dan terus bergerak mengikuti dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat.
Dinamika kehidupan sosial budaya terjadi sebagai akibat dari interaksi manusia dengan lingkungan sekitar, penafsiran-penafsiran atau interpretasi yang berubah tentang norma-norma, dan nilai-nilai sosial budaya yang berlaku

Secara social budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang di rangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan di jalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda,namun juga meiliputi antar peradaban yang ada di dunia.
Labuhnya kapal-kapal portugis di banten pada abad pertengahan missal nya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu.

       Hubungan antar pedagang Gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang mempunyai karakteristik yang unik ini bisa dilihat dari budaya gotong royong, teposliro, budaya menghormati orang tua (cium tangan), dsbg.

Wujud kebudayaan daerah di Indonesia:
1.  Rumah Adat                                       Seperti Aceh dengan Rumah Krong Bade, Jawa Barat dengan Rumah Kesepuhan, Jakarta dengan Rumah Kebaya, Yogyakarta dengan Bangsal Kencono dan masih banyak lainnya.

2.  Tarian
Pakaian Ada Seperti Kemben yang berasal dari Bali, Batik serta Kebaya yang berasal dari Jawa, Baju Koko dan Caping yang berasal dari Jakarta, dan masih banyak lainnya dari setiap daerah-daerah di Indonesia.

3.  Alat Musik Tradisional                   Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa Barat, dan music orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali.

4.  Upacara Adat
Makanan Tradisional sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namun untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong dan ubi jalar.

Bukti Sejarah
Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan, saling mengisi, dan ataupun berjalan secara paralel. Misalnya kebudayaan kraton atau kerajaan yang berdiri sejalan secara paralel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat tertentu.
Dalam konteks kekinian dapat kita temui bagaimana kebudayaan masyarakat urban dapat berjalan paralel dengan kebudayaan rural atau pedesaan, bahkan dengan kebudayaan berburu meramu yang hidup jauh terpencil.    

       Hubungan-hubungan antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai ”Bhinneka Tunggal Ika” , dimana bisa kita maknai bahwa konteks keanekaragamannya bukan hanya mengacu kepada keanekaragaman kelompok sukubangsa semata namun kepada konteks kebudayaan.

Peran pemerintah: penjaga keanekaragaman
Sesungguhnya peran pemerintah dalam konteks menjaga keanekaragaman kebudayaan adalah sangat penting.

Pemerintah berfungsi sebagai pengayom dan pelindung bagi warganya, sekaligus sebagai penjaga tata hubungan interaksi antar kelompok-kelompok kebudayaan yang ada di Indonesia.
Pemerintah yang kita anggap sebagai pengayom dan pelindung, dilain sisi ternyata tidak mampu untuk memberikan ruang yang cukup bagi semua kelompok-kelompok yang hidup di Indonesia. Misalnya bagaimana pemerintah dulunya tidak memberikan ruang bagi kelompok-kelompok sukubangsa asli minoritas untuk berkembang sesuai dengan kebudayaannya.
Kebudayaan-kebudayaan yang berkembang sesuai dengan sukubangsa ternyata tidak dianggap serius oleh pemerintah. Kebudayaan-kebudayaan kelompok sukubangsa minoritas tersebut telah tergantikan oleh kebudayaan daerah dominant setempat, sehingga membuat kebudayaan kelompok sukubangsa asli minoritas menjadi tersingkir. Contoh lain yang cukup menonjol adalah bagaimana misalnya karya-karya seni hasil kebudayaan dulunya dipandang dalam prespektif kepentingan pemerintah.
Pemerintah menentukan baik buruknya suatu produk kebudayaan berdasarkan kepentingannya.
Implikasi yang kuat dari politik kebudayaan yang dilakukan pada masa lalu (masa Orde Baru) adalah penyeragaman kebudayaan untuk menjadi “Indonesia”. Dalam artian bukan menghargai perbedaan yang tumbuh dan berkembang secara natural, namun dimatikan sedemikian rupa untuk menjadi sama dengan identitas kebudayaan yang disebut sebagai ”kebudayaan nasional Indonesia”.
Dalam konteks ini proses penyeragaman kebudayaan kemudian menyebabkan kebudayaan yang berkembang di masyarakat, termasuk didalamnya kebudayaan kelompok sukubangsa asli dan kelompok marginal, menjadi terbelakang dan tersudut. Seperti misalnya dengan penyeragaman bentuk birokrasi yang ada ditingkat desa untuk semua daerah di Indonesia sesuai dengan bentuk desa yang ada di Jawa sehingga menyebabkan hilangnya otoritas adat yang ada dalam kebudayaan daerah.

Cara Menghormati budaya daerah lain
1.  Tidak menonjolkan budaya sendiri.
2.  Tidak menjelek-jelekan budaya orang lain.
3.  Mau menikmati pertunjukan budaya daerah lain.
4.  Mau belajar budayaa daerah lain.
5.  Bersikap positif terhadap seluruh budaya yang ada.

Contoh Keanekaragaman Budaya Indonesia.

Kita akan mengambil contoh keragaman suku bangsa dan budaya di Provinsi DKI Jakarta.

       Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Indonesia. Banyak orang dari segala penjuru tanah air hijrah ke Jakarta. Mereka mengadu nasib di Ibu kota. Akhirnya, Jakarta menjadi kota padat penduduk.  

       Warga Jakarta terdiri dari beragam suku bangsa. Mereka juga memiliki bermacam-macam kebudayaan. Mari kita pelajari

Bentuk-bentuk keragaman di Provinsi DKI Jakarta:

1.     Keragaman Suku Bangsa di Provinsi DKI Jakarta Pada awalnya, Jakarta dihuni oleh orang – orang Sunda, Jawa, Bali, Melayu, Maluku, dan beberapa suku lain. Selain itu, ada juga orang – orang Cina, Portugis, Belanda, Arab, dan India. Suku yang dianggap sebagai penduduk asli Jakarta adalah suku Betawi. Suku Betawi merupakan hasil perpaduan antaretnis dan bangsa di masa lalu. Saat ini, suku bangsa yang ada lebih banyak lagi. Jakarta menjadi miniatur Indonesia. Hampir semua suku bangsa yang ada di Indonesia kita jumpai di Jakarta.
2.    Keragaman Bahasa di Provinsi DKI Jakarta Bahasa resmi yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia. Bahasa percakapan sehari – hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Bahasa daerah juga digunakan oleh kelompok penduduk yang berasal dari daerah lain. Misalnya saja bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Madura, bahasa Bugis, dan bahasa Tionghoa.
3.    Keragaman Agama dan Kepercayaan di Provinsi DKI Jakarta   Agama yang dipeluk penduduk Jakarta cukup beragam, seperti Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu. Berbagai tempat peribadatan dijumpai di Jakarta. Antara lain masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng. Di Jakarta juga ada satu sinagoga. Sinagoga adalah tempat ibadah penganut agama Yahudi. Sinagoga itu digunakan oleh pekerja – pekerja asing yang menganut agama Yahudi.
4.    Keragaman Seni di Provinsi DKI Jakarta, Tari Topeng, Ondel – Ondel, Sambrah, Cokek, Doger dan Ogel, Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya.

Musik tanjidor, kroncong, gambus, rebana, dan gambang kromong.
Pertunjukan lenong, wayang sumedar, wayang senggol, da wayang dermuluk.
Lagu daerah Kicir – Kicir, Jali – Jali, Lenggang Kangkung, Burung Putih, Pulo Angsa Dua, Sirih Kuning, dan Cik Minah.

Sumber

http://rismawdyt13.blogspot.co.id/2016/01/keanekaragaman-budaya-di-indonesia.html?m=1

http://1.bp.blogspot.com/-ClkhG6oQLk0/VgiGkwLe22I/AAAAAAAAAB4/6kk8ZkC8np0/s1600/budayaku.jpg

https://3.bp.blogspot.com/-8F5obWhs2yI/WDE4fro9LRI/AAAAAAAAFOM/z1TzWleaaW0x9wJfRJLZ3DRWZwSeVShzACLcB/s320/rumah-pakaian-adat.jpg

http://diswita.blogspot.co.id/2013/03/keanekaragaman-budaya-indonesia.html?m=1

Advertisements

Author: Salsabila julia rahmi

Assalammualaikum Wr. Wb. Hallo say, namaku Salsabila Julia Rahmi, sering dipanggil Salsa. Aku lahir di Yogyakarta pada tanggal 17 Juli 2002, aku dilahirkan oleh orang tuaku yang bernama Doddy Kurniawan dan Kokom Komalasari, dan aku mempunyai satu adik namanya Della Nur Amelia Putri. Rumahku di Jl. Glagahsari, warungboto, umbulharjo, UH 4, Yogyakarta. Aku Dulu Sekolah di SD LEUWIANYAR 2, Tasikmalaya, Dan di umurku yang sudah 14 tahun ini aku sekolah di SMPN 16 Yogyakarta. Oiyaa, Katanya aktu Tk aku anak yang pemberani, aku berangkat sekolah sendiri, tapii ibu gak tau kalau aku udah berangkat sekolah, jadinya ibu sering nyari aku, padahal aku udah berangkat, hahahaa. Aku punya cerita waktu Sd, NAHH.... waktu aku ingin belajar sepeda aku mempunyai pengalaman bisa di bilang buruk sih, ehhh tapi bisa dibilang lucu juga yaa, haha,,,, nah waktu aku belajar sepeda dengan ibuku aku naik sepeda dari jaLan yang kebawah, lupa namanya, nahh aku disuruh ibuku untuk fokus bersepeda, nahhhh waktu akuu mencobanya aku gak fokus, dan akhirnya aku nabrak tembok dan akhirnya masuk selokan kecill dehhhh, heeheeh.. Nah sekarang aku sekolah di SMPN 16 Yogyakarta, di sekolah aku duduk sebangku sama Nita, yaudahhh gini ajaa yaa ceritanyaaa, capekk ngetik niehhh, hehehe... Udah itu aja yaa, dadahhhhh Makasihhhh^^ Wassalammualaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s